METODE PIDATO
Oleh: dandy/smpn bernas zdandypramana210599@gmail.com
Ada empat (4) buah metode dalam berpidato yang sering digunakan, yaitu : Impromptu / spontan, Ekstemporan / Penjabaran kerangka, Naskah dan Menghafal.
Metode-metode pidato tersebut dapat kita pilih untuk menyampaikan
suatu pembicaraan. Kita juga dapat melakukan penggabungan metode-metode
di atas sesuai dengan kebutuhan. Perlunya penggabungan metode
dikarenakan setiap metode pidato memiliki kekurangan dan kelebihan,
sehingga apabila kita melakukan suatu kaloborasi antar metode akan di
dapatkan hasil yang lebih baik. Berikut ini pembahasan lebih rinci
mengenai metode-metode dalam berpidato :
- Impromptu (spontan)
- Ekstemporan (penjabaran kerangka)
- Naskah
- Menghafal (tanpa teks)
Metode
pidato impromptu adalah membawakan pidato tanpa persiapan yang hanya
mengandalakan pengalaman dan wawasan. Dalam metode ini, pembicara
menggunakan cara spontanitas (improvisasi). Biasanya, metode ini
digunakan untuk pidato yang sifatnya mendadak dan disajikan menurut
kebutuhan saat itu.
Kelebihan metode impromptu
adalah bahasa yang digunakan singkat, sehingga tidak membosankan dan
pembicara bebas dalam memilih topik bahasan tetapi tepat sesuai acara.
Sedangkan kelemahan metode impromptu adalah
terkadang meteri yang disampaikan tidak secara urut / sistematis dan
kemungkinan ada hal-hal yang terlupa karena sifatnya mendadak tanpa
persiapan.
Metode
pidato ekstemporan merupakan teknik berpidato dengan menjabarkan
materi yang terpola. Maksud terpola yaitu materi yang akan disampaikan
harus dipersiapkan garis besarnya dengan menuliskan hal-hal yang di
anggap penting.
Kelebihan metode ekstemporan yaitu materi yang di sampaikan dapat di ungkapkan secara terurut dan sistematis. Sedangkan kelemahan metode ekstemporan adalah terlihat seakan-akan kurang siap karena perlu menunduk untuk melihat catatan.
Metode
pidato naskah adalah berpidato dengan menggunakan naskah yang telah
dibuat sebelumnya. Metode ini biasanya digunakan dalam pidato resmi
dimana pembicara selalu membaca naskah yang telah dipersiapkan
sebelumnya. Cara demikian dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan,
karena setiap kata yang diucapkan dalam situasi resmi akan di
sebarluaskan dan dijadikan figur masyarakat serta dikutip oleh media
massa.
Kelebihan metode naskah yaitu pidato terencana dengan baik, lengkap dan sistematis. Sedangkan kelemahan metode naskah adalah membosankan, interaksi dengan pendengar kurang dan terlihat kaku karena mata pembicara selalu melihat naskah.
Metode pidato menghafal yaitu menghafal suatu rencana pidato yang telah dibuat sebelumnya.
Kelebihan metode menghafal adalah melatih daya ingat dan tersusun sistematis. Sedangkan kelemahan metode menghafal adalah bila terjadi lupa akan mempengaruhi isi pidato dan mungkin akan menggangu konsentrasi pendengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar