"MUHAMMAD__________DANDY__________ PRAMANA "

Sabtu, 08 November 2014

Sejarah Kerajaan Keritang, Indragiri

Kerajaan Keritang, bagi pengunjung weblog Wisata Riau ini mungkin itu adalah kata yang baru. Namun Kerajaan Keritang adalah sebuah kerajaan di Riau, tepatnya di Kabupaten Indragiri Hilir sekarang ini. Untuk mengingatkan kembali kepada cerita yang terlupa itu. Berikut ini artikel Sejarah Kerajaan Keritang yang disadur dari berbagai sumber. Tentu dalam membahas sejarah banyak versi. Silakan berbeda pendapat dikolom komentar nantinya.

Sejarah Keritang tidaklah banyak yang dapat diketahui jelas. Nama Keritang berasal dari kata Akar Itang. Itang ialah sebangsa tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di sepanjang Sungai Gangsal. Akar-akar dari tumbuh-tumbuhan tersebut di atas begitu banyak di tebing-tebing sungai sehingga menyulitkan bagi perjalananan. Dari kata-kata akar dan itang terbentuklah Karitang, yang lama-lama kelamaan kebiasaan orang Melayu suka mempermudah sesuatu ucapan kata tersebut menjadi Karitang dan akhirnya menjadi Keritang.

Dalam Negarakertagama, Keritang disebut sebagai daerah yang takluk kepada Majapahit bersama Kerajaan Kandis, selain beberapa kerajaan lain di Sumatera yang juga tunduk di bawah Majapahit. Menyebutkan Keritang bersama-sama dengan kerajaan lain yang mengandung pengertian bahwa Keritang bukan hanya sekedar kampung, tetapi sudah merupakan suatu kerajaan cukup besar dan berarti bagi Majapahit yang demikian besar kekuasaannya.

Jumat, 07 November 2014

Kesultanan Pelalawan

Negeri Kesultanan Pelalawan
ﻛﺴﻠﺘﺎﻧﻦ ڤلالاون


1725–1946

Lambang
Ibu kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan
Bahasa Melayu
Agama Islam
Pemerintahan Monarki
Sejarah
 -  Didirikan 1725
 -  Penyerahan Kekuasaan kepada Pemerintah Indonesia 1946
Kesultanan Pelalawan atau Kerajaan Pelalawan (1725 M - 1946 M) yang sekarang terletak di Kabupaten Pelalawan, adalah satu dari beberapa kerajaan yang pernah berkuasa di Bumi Melayu yang turut serta berpengaruh dalam mewarisi budaya Melayu dan Islam di Riau. Sedangkan gelar atau sebutan bagi Raja Pelalawan adalah Tengku Besar (Tengkoe Besar).